Friday, January 11, 2013

PRO KONTRA RSBI

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau disingkat RSBI, adalah suatu program pendidikan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional. Mulai diberlakukan di Indonesia pada tahun 2006. Adapun dasar hukum dari penyelenggaraan RSBI adalah:
1. Undang-Undang No. 20/2003 (Sistem Pendidikan Nasional) pasal 50 ayat 3, yakni :
”Pemerintah dan/ atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional”
2. Undang-Undang No.32/2004 (Pemerintah Daerah).
3. Peraturan Pemerintah No.19/2005 (Standar Nasional Pendidikan).
4.Peraturan Pemerintah No. 38/2007 (Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota).
5. Peraturan Pemerintah No. 48/2008 (Pendanaan Pendidikan).
6.Peraturan Pemerintah No.17/2010 (Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan).
7. Permendiknas No.63/2009 (Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan).
8. Permendiknas No.78/2009 (Penyelenggaraan SBI pada Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah).
Siswa lulusan Sekolah RSBI disiapkan untuk:
1.  Melanjutkan pendidikan pada satuan pendidikan yang bertaraf inernasional, baik di dalam maupun di luar negeri,
2.  Mengikuti sertifikasi bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh salah satu negara OECD,
3. Meraih medali tingkat internasional pada berbagai kompetisi sains, matematika, teknologi, seni dan budaya, dan
4.  Bekerja pada lembaga-lembaga internasional dan/atau negara-negara lain.
RSBI kini berkembang di hampir seluruh daerah di Indonesia, bahkan di kota terpencil pun mulai dikembangkan. RSBI diterapkan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Namun penerapan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah RSBI hanya untuk mata pelajaran Matematika dan IPA (MIPA). Dalam hal ini kita fokuskan pada pembelajaran matematika.
Berbanding terbalik dengan program RSBI yang dikembangkan di Indonesia. Di Malaysia, sempat ada program dwibahasa untuk mata pelajaran Matematika. Namun, pemerintah Malaysia telah menghapus kebijakan penggunaan bahasa inggris mulai tahun 2012 untuk mata pelajaran Matematika karena ketidaksiapan pendidik serta tekanan dari berbagai pihak yang menganggap penggunaan bahasa inggris justru akan menghambat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Bangsa Indonesia melanjutkan program RSBI pada mata pelajaran Matematika, sementara negara tetangga telah menghapuskannya karena program tersebut dianggap gagal. Apa yang menguatkan pemerintah Indonesia melakukan hal tersebut? Ada beberapa hal yang menjadi kajian dalam proses pembelajaran Matematika pada kelas RSBI di Indonesia, yaitu:
1. Apakah program RSBI sudah cocok diterapkan dalam proses pembelajaran matematika di Indonesia?
2. Apa yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran matematika di Indonesia dengan menggunakan bahasa inggris?
3.   Apa keunggulan dalam pembelajaran matematika yang diterapkan program RSBI dibandingkan dengan program reguler?
4. Bagaimana pendapat siswa dan guru dalam mengikuti program RSBI pada pembelajaran matematika di Indonesia?
Salah satu yang menjadi kendala dalam mempelajari matematika di kelas RSBI adalah makna yang berbeda antara istilah bahasa inggris dalam matematika dengan bahasa inggris sehari-hari. Hal yang membedakan antara RSBI dengan kelas reguler adalah penetapan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), yaitu untuk kelas RSBI harus mencapai nilai KKM 8,5 dan untuk kelas reguler adalah 7,8. Sedangkan proses pembelajaran matematika di kelas RSBI tidak jauh berbeda dengan kelas reguler. Hanya saja yang membedakannya adalah sarana, yaitu Information and Communication Technology (ICT) seperti laptop dan infocus. Metode pembelajaran yang digunakan di kelas RSBI pada umumnya sama seperti di kelas reguler.
Kendala lainnya yaitu dari segi bahasa. Kelas RSBI menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantarnya. Dikarenakan Indonesia memiliki bahasa ibu yaitu bahasa indonesia, maka di sekolah RSBI pun tidak sepenuhnya menggunakan bahasa inggris. Sehingga pada pelajaran matematika pun menggunakan dua bahasa pengantar yaitu bahasa indonesia dan bahasa inggris.
Kepiawaian guru dalam melihat respon yang ditunjukkan oleh siswa saat pembelajaran berlangsung sangat dibutuhkan untuk mendeteksi kemampuan pemahaman matematika siswa. Apalagi di kelas RSBI yang menggunakan bahasa inggris. Misalnya ketika siswa tersebut diam, maka guru meminta siswa untuk menyelesaikan soal matematika di depan kelas. Guru dapat melihat apakah siswa tersebut kesulitan karena bahasa atau memang belum memahami konsep matematika yang sedang dipelajari.
Setelah mengetahui berbagai kendala yang dihadapi, beberapa ahli menyatakan kontra dengan program RSBI tersebut. Pendapat para ahli yang kontra mengenai RSBI, diantaranya yaitu Hywel Coleman, peneliti senior bidang pendidikan keguruan di University of Leeds, Inggris. Beliau mengemukakan “Menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di tingkat SD tidak membantu suatu negara untuk menjadi maju, namun bisa sebaliknya.” Kejadian tersebut dialami oleh sekolah di Malaysia.
Sejalan dengan pendapat di atas, Dr. M. Darmin yang menyatakan bahwa konsep RSBI bagai komoditas pendidikan nasional sesungguhnya bertentangan dengan pembukaan UUD 1945, karena RSBI hanya mencerdaskan warga negara tertentu. "Yakni, mereka hanya melayani anak-anak yang lulus sensor standarisasi, membuka peluang bagi pemodal asing untuk menjaring anak yang berkemampuan ekonomi tinggi. Mereka mengabaikan hak warga negara secara keseluruhan,”
Ahli lain yaitu Penasihat Pendidikan British Council, Itje Chodidjah, menyatakan, "Berdasarkan kajian yang dilakukan John Clegg, Malaysia pun tidak mungkin menggunakan bahasa Inggris untuk pengajaran. Maka sekarang dihentikan dan kembali ke bahasa Melayu. Belajar bahasa dan mempelajari ilmu harus dipisahkan, karena belajar dengan bahasa ibu akan lebih mudah ditangkap.”
Beberapa ahli lain melihat dari sudut pandang yang berbeda, sehingga mereka pro dengan program RSBI tersebut. Ahli yang pro dengan program tersebut diantaranya Bagus Takwin, psikolog dari Universitas Indonesia (UI), yang menyatakan "Dalam konteks RSBI ada kecenderungan kita untuk ingin menjadi bangga sebagai Indonesia. ada ketakutan, Indonesia akan kalah dari asing. Ketakutan bahwa asing menjadi lawan adalah latar belakang dari UU ini,"
Menurut Lalan Tahrudin, salah satu guru Matematika di SMPN 5 Bandung, mengatakan bahwa pengantar bahasa inggris dalam pembelajaran matematika bisa memunculkan rasa antusias dalam diri siswa karena belajar dengan menggunakan bahasa inggris dalam matematika dianggap sebagai sesuatu hal yang baru.
Dari pemaparan para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan RSBI dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi lebih siap bersaing dengan bangsa lain. Di lain pihak, sebagian ahli menentang adanya program RSBI yaitu kurang fokusnya dalam perkembangan kompetensi matematika.
Fakta di lapangan, ternyata masih ditemukan siswa-siswa RSBI yang belum nyaman dengan proses pembelajaran matematika menggunakan bahasa inggris, walaupun di kelas tersebut sebenarnya menggunakan bilingual. Siswa-siswa tersebut mengaku bahwa ketika di kelas, mereka tidak memahami materi karena menggunakan bahasa inggris. Hal ini sangat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sehingga banyak siswa RSBI mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah.
Dalam menunjang keberhasilan RSBI, siswa yang mengikuti tes kemampuan dasar bahasa inggris sebelum masuk ke sekolah harus benar-benar menunjukkan potensi yang sebenarnya. Hasil tes yang diperoleh siswa harus tepat dengan perkiraan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika di sekolah RSBI tersebut.
Selain itu, di sekolah RSBI diadakan kegiatan untuk meningkatkan kecakapan bahasa inggris dalam matematika bagi guru dan siswa. Bagi siswa, kegiatan tersebut berupa pelatihan yang dilaksanakan di luar jam sekolah selama tiga bulan secara intensif. Kegiatan pembelajaran tersebut harus diikuti, khususnya siswa kelas VII yang berasal dari SD non RSBI. Hal ini akan sangat membantu proses pembelajaran di kelas RSBI. Demikian pula dengan para gurunya. Pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah secara optimal harus diikuti oleh para guru. Keseimbangan persiapan dengan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan bahasa inggris melibatkan kemampuan siswa dan guru matematika tersebut. Dengan demikian, kompetensi matematika yang harus dimiliki oleh siswa dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
ARTIKEL OLEH: Ati Yuliati (0905862), Webby Sita Rahmawati (0902192), Widia Nurhidayati (0908090)


Tuesday, January 8, 2013

Sejarah Matematika

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Cabang pengkajian yang dikenal sebagai sejarah matematika adalah penyelidikan terhadap asal mula penemuan di dalam matematika dan sedikit perluasannya, penyelidikan terhadap metode dan notasi matematika di masa silam.

Sebelum zaman modern dan penyebaran ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, contoh-contoh tertulis dari pengembangan matematika telah mengalami kemilau hanya di beberapa tempat. Tulisan matematika terkuno yang telah ditemukan adalah Plimpton 322 (matematika Babilonia sekitar 1900 SM), Lembaran Matematika Rhind (Matematika Mesir sekitar 2000-1800 SM) dan Lembaran Matematika Moskwa (matematika Mesir sekitar 1890 SM). Semua tulisan itu membahas teorema yang umum dikenal sebagai teorema Pythagoras, yang tampaknya menjadi pengembangan matematika tertua dan paling tersebar luas setelah aritmetika dasar dan geometri.

Sumbangan matematikawan Yunani memurnikan metode-metode (khususnya melalui pengenalan penalaran deduktif dan kekakuan matematika di dalam pembuktian matematika) dan perluasan pokok bahasan matematika. Kata “matematika” itu sendiri diturunkan dari kata Yunani kuno, μάθημα (mathema), yang berarti “mata pelajaran”. Matematika Cina membuat sumbangan dini, termasuk notasi posisional. Sistem bilangan Hindu-Arab dan aturan penggunaan operasinya, digunakan hingga kini, mungkin dikembangakan melalui kuliah pada milenium pertama Masehi di dalam matematika India dan telah diteruskan ke Barat melalui matematika Islam.Matematika Islam, pada gilirannya, mengembangkan dan memperluas pengetahuan matematika ke peradaban ini. Banyak naskah berbahasa Yunani dan Arab tentang matematika kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang mengarah pada pengembangan matematika lebih jauh lagi di Zaman Pertengahan Eropa.

Dari zaman kuno melalui Zaman Pertengahan, ledakan kreativitas matematika seringkali diikuti oleh abad-abad kemandekan. Bermula pada abad Renaisans Italia pada abad ke-16, pengembangan matematika baru, berinteraksi dengan penemuan ilmiah baru, dibuat pada pertumbuhan eksponensial yang berlanjut hingga kini.

Matematika prasejarah

Asal mula pemikiran matematika terletak di dalam konsep bilangan, besaran, dan bangun. Pengkajian modern terhadap fosil binatang menunjukkan bahwa konsep ini tidak berlaku unik bagi manusia. Konsep ini mungkin juga menjadi bagian sehari-hari di dalam kawanan pemburu. Bahwa konsep bilangan berkembang tahap demi tahap seiring waktu adalah bukti di beberapa bahasa zaman kini mengawetkan perbedaan antara “satu”, “dua”, dan “banyak”, tetapi bilangan yang lebih dari dua tidaklah demikian.

Benda matematika tertua yang sudah diketahui adalah tulang Lebombo, ditemukan di pegunungan Lebombo di Swaziland dan mungkin berasal dari tahun 35000 SM. Tulang ini berisi 29 torehan yang berbeda yang sengaja digoreskan pada tulang fibula baboon. Terdapat bukti bahwa kaum perempuan biasa menghitung untuk mengingat siklus haid mereka; 28 sampai 30 goresan pada tulang atau batu, diikuti dengan tanda yang berbeda. Juga artefak prasejarah ditemukan di Afrika dan Perancis, dari tahun 35.000 SM dan berumur 20.000 tahun,menunjukkan upaya dini untuk menghitung waktu.
Tulang Ishango, ditemukan di dekat batang air Sungai Nil (timur laut Kongo), berisi sederetan tanda lidi yang digoreskan di tiga lajur memanjang pada tulang itu. Tafsiran umum adalah bahwa tulang Ishango menunjukkan peragaan terkuno yang sudah diketahui tentang barisan bilangan prima atau kalender lunar enam bulan. Periode Predinastik Mesir dari milenium ke-5 SM, secara grafis menampilkan rancangan-rancangan geometris. Telah diakui bahwa bangunan megalit di Inggris dan Skotlandia, dari milenium ke-3 SM, menggabungkan gagasan-gagasan geometri seperti lingkaran, elips, dan tripel Pythagoras di dalam rancangan mereka.
1. Matematika Mesopotamia
  • Menentukan system bilangan pertama kali
  • Menemukan system berat dan ukur
  • Tahun 2500 SM system desimal tidak lagi digunakan dan lidi diganti oleh notasi berbentuk baji
2. Matematika Babilonia
  • Menggunakan sitem desimal dan p=3,125
  • Penemu kalkulator pertama kali
  • Mengenal geometri sebagai basis perhitungan astronomi
  • Menggunakan pendekatan untuk akar kuadrat
  • Geometrinya bersifat aljabaris
  • Aritmatika tumbuh dan berkembang baik menjadi aljabar retoris yang berkembang
  • Sudah mengenal teorema Pythagoras\
3.Matematika  Mesir Kuno
  • Sudah mengenal rumus untuk menghitung luas dan isi
  • Mengenal system bilangan dan symbol pada tahun 3100 SM
  • Mengenal tripel Pythagoras
  • Sitem angka bercorak aditif dan aritmatika
  • Tahun 300 SM menggunakan system bilangan berbasis 10
4.Matematika  Yunani Kuno
  • Pythagoras membuktikan teorema Pythagoras secara matematis (terbaik)
  • Pencetus awal konsep[ nol adalah Al Khwarizmi
  • Archimedes mencetuskan nama parabola, yang artinya bagian sudut kanan kerucut
  • Hipassus penemu bilangan irrasional
  • Diophantus penemu aritmatika (pembahasan teori-teori bilangan yang isinya merupakan pengembangan aljabar yang dilakukan dengan membuat sebuah persamaan)
  • Archimedes membuat geometri bidang datar
  • Mengenal bilangan prima
5.Matematika India
  • Brahmagyupta lahir pada 598-660 Ad
  • Aryabtha (4018 SM) menemukan hubungan keliling sebuah lingkaran
  • Memperkenalkan pemakaian nol dan desimal
  • Brahmagyupta menemukan bilangan negatif
  • Rumus a^2+b^2+c^2 telah ada pada “Sulbasutra”
  • Geometrinya sudah mengenal tripel Pythagoras,teorema Pythagoras,transformasi dan segitiga pascal  
6.Matematika China
  • Mengenal sifat-sifat segitiga siku-siku tahun 3000 SM
  • Mengembangkan angka negatif, bilangan desimal, system desimal, system biner, aljabar,  geometri, trigonometri dan kalkulus
  • Telah menemukan metode untuk memecahkan beberapa jenis persamaan yaitu persamaan kuadrat, kubikdan qualitik
  • Aljabarnya menggunakan system horner untuk menyelesaikan persamaan kuadrat
Demikian secara singkat penjabaran sejarah matematika,

Monday, January 7, 2013

Matematika dan Bilangan Prima

Bilangan prima adalah dasar dari matematika, termasuk salah satu misteri alam semesta. Tidak pernah terbayangkan oleh manusia sebelumnya, sampai ditemukan bahwa bilangan prima juga merupakan dasar dari kehidupan alam, yang dengan usaha keras ingin dijelaskan oleh ilmu ini dalam sains. Pandangan orang umumnya mengatakan bahwa matematika hanyalah penemuan manusia biasa. Sebaliknya, beberapa pemikir masa lalu – Pythagoras, Plato, Cusanus, Kepler, Leibnitz, Newton, Euler, Gauss, termasuk para revolusioner abad ke-20, Planck, Einstein dan Sommerffeld – yakin bahwa keberadaan angka dan bentuk geometris merupakan konsep alam semesta dan konsep yang bebas (independent). Galileo sendiri beranggapan bahwa matematika adalah bahasa Tuhan ketika menulis alam semesta.

Bilangan Prima dan Rencana Penciptaan
Salah satu teka-teki lama yang belum sepenuhnya terpecahkan adalah bilangan prima. Bilangan prima adalah bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, …. dan seterusnya. Banyak bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang_ Hal ini menjadi teka-teki kita, jika kita ingat bilangan ini tidak dapat dibagi oleh angka lainnya. Salah satu hal yang menakjubkan, dalam era komputer kita memberikan kodetifikasi semua hal yang penting dan rahasia, di bank, asuransi, dan perhitungan-perhitungan peluru kendali, security system dengan enkripsi, dalam angka jutaan bilangan-bilangan yang tidak habis dibagi oleh angka lainnya. Ini diperlukan karena dengan penggunaan angka lain, kodetifikasi tadi dapat dengan mudah ditembus.
Fenomena inilah yang ditemukan ilmuwan dari Duesseldorf (Dr. Plichta), sehubungan dengan penciptaan alam, yaitu distribusi misterius bilangan prima. Para ilmuwan sudah lama percaya bahwa bilangan prima adalah bahasa universal yang dapat dimengerti oleh semua makhluk (spesies) berintelegensia tinggi, sebagai komunikasi dasar antarmereka. Bahasa ini penuh misteri karena berhubungan dengan perencanaan universal kosmos.
Bilangan lain yang perlu diketahui adalah sisa dari bilangan prima, yakni bilangan komposit, kecuali angka 1, yaitu 4, 6, 8, 9,10,12,14,15, …. dan seterusnya. Dengan kata lain, bilangan komposit adalah bilangan yang terdiri dari minimal dua faktor prima. Misalnya :
6 = 2 x 3 = 2 . 3
30 = 2 x 3 x 5 = 2 . 3 . 5
85 = 5 x 17 = 5 . 17
Selain itu, dikenal pula bilangan khusus, yang disebut prima kembar, yaitu bilangan prima yang angkanya berdekatan dengan selisih 2. Misalnya :
(3,5)
(5,7)
(11,13)
(17,19)
dan seterusnya.
Mayoritas ahli astrofisika juga percaya bahwa di alam semesta terdapat “kode kosmos” atau yang disebut cosmic code based on this order, yang dikenal juga sebagai Theory of Everything (TOE), yang artinya terdapat konstanta-konstanta alam semesta yang saling berhubungan berdasarkan perintah pendesain. Sekali perintah tersebut dapat dipecahkan, maka hal ini akan membuka pandangan sains lainnya yang berhubungan.
http://www.forumsains.com 
 

Media Pembelajaran Matematika

Model Pembelajaran Matematika

http://carapedia.com/model_pembelajaran_matematika_baik_info608.html

Matematika merupakan salah satu pengetahuan manusia yang paling bermanfaat dalam kehidupan. Hampir setiap bagian dari hidup kita mengandung matematika sehingga anak-anak membutuhkan pengalaman yang tepat untuk bisa menghargai kenyataan bahwa matematika adalah penting untuk masa depan mereka. Oleh karena itu model pembelajaran matematika yang baik harus lah bisa membentuk logika berfikir bukan sekedar pandai berhitung. Karena berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu seperti kalkulator, komputer, dll namun dalam menyelesaikan masalah perlu logika berfikir dan analisis.

Matematika sendiri pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun, sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol. Sehingga secara natural model pembelajaran matematika yang baik adalah secara nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan para siswa. Atau secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan, digambar, diucapkan, lalu ditulis.

Model pembelajaran matematika sebaiknya dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari hari yang kemudian disederhanakan dalam bentuk soal cerita. Kemudian para siswa diminta memodelkan dengan model mainan (bisa berupa balok, stik es krim, dll) atau model gambar sebelum akhirnya membuat kalimat matematika. Proses ini harus dilakukan dalam dua arah sehingga hasilnya akan optimal.

Diharapkan dengan diterapkannya model pembelajaran matematika yang baik seperti konsep diatas tadi, siswa menjadi pandai menyelesaikan permasalahan (menjadi problem solver) dimana tujuan ini dapat tercapai bila prinsip pembelajaran matematika diterapkan secara 2 arah sehingga siswa dapat benar-benar menguasai konsep-konsep matematika dengan baik. Selain itu, siswa diharapkan pandai dalam berhitung  dan mampu melakukan perhitungan dengan benar dan tepat (karena cepat bukan tujuan utama dari model pembelajaran matematika ini).

Edit Foto Digital Make-Up

Berikut adalah foto model yang belum diberi effect digital make up

Setelah diberi effect digital make up, foto model berubah seperti terliht di bawah ini


Edit Foto Gedung FPMIPA

Foto Gedung FPMIPA bagian tangga yang belum diedit




Setelah diedit foto gedung nampak seperti berikut
 

Video Pembelajaran Alat Peraga Gelas Bergiwang

Alat peraga merupakan media pengajaran yang mengandung atau membawakan ciri – ciri dari konsep yang dipelajari (Elly Estiningsih, 1994). Alat peraga matematika adalah seperangkat benda konkret yang dirancang, dibuat, dihimpun atau disusun secara sengaja yang digunakan untuk membantu menanamkan atau mengemabangkan konsep-konsep atau prisnsip-prinsip dalam matematika (Djoko Iswadji, 2003). Dengan alat peraga, hal-hal yang abstrak dilihat, dipegang, diputarbalikkan sehingga dapat lebih mudah dipahami. Fungsi utamanya adalah untuk menurunkan keabstrakan konsep agar siswa mampu menangkap arti konsep tersebut. Berikut adalah video alat peraga gelas bergiwang dengan cara pembuatan serta cara penggunaanya